….. (part 1)

Standar

“Ya abbi hebat kan?” Ujar Bocah 2,5 tahun itu setelah berhasil memasukan sendok yang berisi nasi dan lauk pauk ke mulutnya sendiri, ekspresinya sangat lucu, ketika dia berbicara sambil menahan nasi agar tidak keluar dari mulut mungilnya. “iya nak, hebat.. dikunyah dulu itu nasinya” jawabku sambil tersenyum.

Kemudian daffa, abangnya yang lebih tua 3 tahun itu tak mau kalah. “hebatan abang bi, nih liat” lalu dia menyendokan nasi dan lauk pauknya sesendok penuh. “Ya Allaaaaahhh, abang gede banget suapnya, dikit-dikit aja.. nanti susah ngunyahnya. Dua-duanya hebaat!” ujarku sambil mengangkat kedua jempol. Lalu dua bocah itu pun tersenyum dan semakin lahap menyantap makanannya.

***

Untitled

Beberapa teman saya langsung mem-PING saya setelah saya mengganti display picture smartphone saya. Empat foto saya yang saya jadikan satu. Tidak ada yang aneh menurut saya, tapi mungkin tidak menurut orang lain. Foto itu hanya ada saya dan abbi. Mungkin yang aneh adalah ekspresi kami yang sama di 4 foto itu. Lalu saya pun menjawab messengernya.

Untitled2

Saya abaikan messenger itu. Entahlah, tidak ada yang harus dijelaskan dan saya pun tidak ingin menjelaskan.  Namun, ada kebahagiaan yang menyelinap ketika beberapa teman berkata abbi sangat mirip dengan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s